Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari: Mencapai kualitas hidup yang lebih baik melalui Penyempurnaan Nam

Nextgradio.com - Salah satu cara untuk mencapai sebuah keberhasilan hidup adalah dengan melalui restruktur nama, dan di imbangi dengan usaha tekun  serta doa untuk menyempurnakannya.

Hal ini diungkap oleh Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari (Heleni) yang memadupadankan penyempurnaan nama untuk healing dan empowerment.

Belakangan, metode penyempurnaan nama sangat digemari karena mendatangkan banyak manfaat untuk kehidupan seseorang. 

Methode ini tidak berhubungan dengan mistik sama sekali dimana banyak orang berpikiran demikian. Restruktur nama ini di dasarkan dari perhitungan matematika dan data empiris yang dudah banyak di pelajari di beberapa universitas, khususnya di amerika

Penyempurnaan nama adalah metode dari warisan kearifan masa lampau yang digunakan untuk mencapai keharmonisan diri, kebahagiaan dan kesuksesan diri. Namun hal ini tak disadari oleh banyak orang. 

Maka wajar jika banyak orang memiliki persepsi keliru dengan hal ini. Seperti, menganggap bahwa setelah namanya telah direstruktur dengan sendirinya mereka akan langsung sukses dan mudah dalam dalam mengadapi setiap halang dan rintang tanpa perlu usaha.  Kemudian, ada juga yang menganggap bahwa cara berfikir yang negatif akan hilang dengan sendirinya.

“Restruktur nama akan kurang optimal efeknya, jika si pengguna belum menyadari seperti apa mindsetnya selama ini. Sebab, kebiasaan lama tidak berubah tanpa ada usaha, kecuali yang bersangkutan menyadari, dan aktif untuk mengubah haluan,” jelas Heleni kepada Hallobisnis.com saat disambangi dikediamannya di TB Simatupang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Contoh kecil kata Heleni adalah seseorang yang terbiasa hidup boros. Setelah namanya direstruktur, tak lantas kebiasaan borosnya akan hilang begitu saja, melainkan secara bertahap. Lama tidaknya tergantung kesadaran orang tersebut mengenali permasalahannya. 

Apabila mereka sadar dan mau terbuka untuk menerima saran, serta aktif untuk melakukan perubahan, maka efek positif dari penyempurnaan nama akan sangat significant. Sebaliknya, jika orang tersebut enggan menyadari masalahnya, maka efek dari restruktur nama ini akan kurang optimal.

“Ada klien yang baru seminggu menggunakan nama hasil restruktur, sudah merasakan efek positif. Ada juga yang sampai sebulan belum merasakan apa-apa,” kata Heleni. “Umumnya, feedback paling cepat dari klien adalah mereka merasakan adanya perubahan pada sikap kearah yang positive. Orang lain melihat mereka lebih nyaman, santai, dan lebih luwes dalam berkomunikasi,” imbuhnya lugas.

Menurutnya, susunan nama yang harmonis itu menyimpan kekuatan yang luar biasa bagi pemiliknya. ” Anda bisa sebut nama-nama orang sukses di dunia ini, nama mereka harmonis secara perhitungan dan ini akan membawa keharmonisan dalam kehidupan. Anda sebut orang-orang yang kehidupannya tidak bagus, itu memang namanya ‘acak-acakan’. Dan itu tidak terjadi dengan ratusan orang tapi jutaan orang yang datanya singkron. Orang yang bercerai dapat kodenya dari mana? Ya dari orang-orang cerai. Dikumpulkan orang-orang cerai itu kemudian dihitung, ternyata populasi yang bercerai ini mempunyai kode yang sama. Kemudian dari populasi orang yang kanker atau sakit parah lainnya kode pun sama. Ini adalah ilmu pasti yang sudah ada polanya. Matematika kehidupan. Dan itu ilmu paling tertua di dunia,” kata Heleni yang menyelesaikan program strata pertama jurusan Psikologi di Universitas Padjajaran, Bandung.

Menyadari bahwa unsur nama itu berpengaruh terhadap kehidupan membuat Heleni menggabungkan antara restruktur nama dengan terapi Self-Empowerment kepada semua kliennya.  “Nama adalah salah satu unsur penting dalam terapi yang saya lakukan. Namun di samping itu, saya juga memperhatikan aspek lain dari alam bawah sadar. Sebab apa yang tertanam dalam bawah sadar kita, bisa sangat kuat melekat. Misalnya tentang mindset, atau cara berpikir kita,” papar Heleni.

Hasil positif itu kemudian semakin meyakinkan dirinya untuk mengembangkan metode penyempurnaan nama tersebut. “Kepuasan saya melihat mereka merasakan kualitas hidup dengan restruktur nama dan perubahan mind set. Titik balik dari semua ini bahwa saya harus lebih banyak berbagi, saya tidak boleh berhenti sampai di sini. Dengan banyak membantu orang, saya sadar keberuntungan selalu ada di pihak saya. Mungkin itu sudah jadi hukum alam,” katanya lugas.

Kini, wanita berusia 30 tahunan namun sudah matang dalam hal kecerdasan intelektual emosional dan spiritual ini berupaya untuk terus meningkatkan aura positif karena alam semesta dan maha pencipta selalu mendukung pebuatan baik yang dilakukan oleh umatnya.

 

Cecez 2016-12-21