Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Adriana Siahaan : Ingin Selalu Menjadi Berkat Untuk Banyak Orang

Karena waktu tak bisa diulang, bijaklah mengambil keputusan. Karena yang lalu hanya bisa dijadikan pelajaran dan tak bisa diubah. Karena itu, Adriana Siahaan merasa beruntung dengan keputusannya dahulu untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh orang tua, karena sekarang semua berbuah manis. Motto hidupnya, selalu ingin menjadi berkat untuk orang banyak.

Nextgradio.com - Usia yang sudah tak lagi belia dan status sebagai seorang ibu dari 2 orang anak tak membuat wanita anggun ini kehilangan kesempatan untuk menggapai mimpinya dalam berkarir. Meski usianya telah menginjak setengah abad, dirinya berhasil meretas karir impian sebagai seorang Notaris dan PPAT, yaitu profesi yang membutuhkan keuletan dan komitmen untuk meraihnya.

Wanita kelahiran siantar ini pun berhasil menjadi inpirasi bagi para generasi muda, karena sampai saat ini dirinya masih rutin mengajar di fakultas hukum, di Universitas Kristen Indonesia. Ya, dialah Adriana Siahaan, S.H.,M.M.,M.Kn, wanita berjiwa lemah lembut, tapi semangatnya tak pernah padam dan pantang menyerah.

Meski kesibukannya sangatlah padat, mulai dari menjadi seorang notaries dan juga dosen. Selain itu, ia pun juga memiliki peran yang tak kalah penting yaitu menjadi seorang ibu bagi 2 buah hatinya. Dapat dikatakan bahwa dalam hidupnya dirinya melakukan lebih dari dua peran sekaligus. Namun ia tetap fokus saat menjalani peran ganda tersebut.

Tak jarang hal tersebut dianggap sebagai hal yang mustahil dilakukan, terlebih menjalani profesi sebagai seorang notaries di usia yang tidak lagi muda, ditambah mengemban tanggung jawab sebagai seorang ibu. Namun, dirinya berhasil membuktikan semuanya, bahwa selama ada keyakinan, kerja keras dan tekun untuk belajar mencapai impian tersebut.

Bukan tanpa alasan dirinya menggeluti profesi sebagai seorang Notaris, Adriana mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman pahit ditahun 1992. Dirinya waktu itu membeli sebuah tanah, namun hilang begitu saja karena masalah birokrasi. Dari kejadian tersebut, dirinya sangat menyayangkan karna saat itu dirinya telah menyandang gelar Sarjanah Hukum, namun tidak mengetahui secara spesifik mengenai Hukum Tanah.

 “Saya pernah waktu pertama kali beli tanah dulu. Ternyata saya beli tanah yang tanahnya bukan jadi hak saya. Itu tanah pemerintah. Saya punya berapa ribu meter, tapi hilang gitu aja. Padalah saya Sarjana Hukum, tapi nggak belajar Hukum Tanah atau Dunia Notaris,” kata Adriana saat ditemui Nextgradio.com beberapa waktu lalu dibilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Darisanalah, hal tersebut menjadi cambuk baginya untuk mempelajari dan menggali lebih dalam hukum tanah sekaligus menjadi Notaris. Dikatakan olehnya, bahwa semua ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun dukungan deras mengalir dari kedua anak laki-lakinyalah yang menambah semangatnya untuk medalami ilmu tersebut. “Waktu anak saya selesai SMA, yang kecil masuk ITB, dia kasih spirit dan mengajak saya ke Bandung untuk sekolah lagi,” sambungnya semakin antusias.

Lebih lanjut, aku Adriana, awalnya dirinya kaget mendengar ajakan anak bungsunya agar dirinya kembali melanjutkan pendidikannya untuk mengambil jurusan kenotarisan di Universitas Padjajaran, Bandung. . Namun, dirinya pun sempat ragu, karena sudah lama ia melupakan cara belajar, namun ucapan kedua buah hatinyalah yang membuatnya bangkit. “mama, kita yakin mama pasti bisa dan sanggup untuk belajar,” tuturnya menirukan ucapan sang anak.

Benar saja, ia pun berhasil lulus tes untuk melanjutkan pendidikan sebagai seorang Notaris. Semangat yang tak pernah padam dan keuletanlah telah menjadi sahabat yang tak terpisahkan dalam hari-hari Adriana. Selain itu, ada alasan terbesarnya untuk mengajar impiannya tersebut.

“Saya ambil Notaris supaya nggak ada lagi pembodohan seperti yang saya alami dan yang terpenting adalah saya ingin bisa jadi berkat untuk orang lain,” terang Adriana lugas.

Ia mengatakan bahwa kehidupannya saat ini bukan tanpa halangan dan rintangan. Kegigihan dan semangat yang tinggi serta fokus dalam setiap apa yang dilakukannya menjadi modal penting untuk menjalani berbagai tantangan dan rintangan tersebut.

“Hidup itu diproses. Sepanjang kita hidup kita akan diproses. Masalah itu harus ada, tapi pasti akan selesai dan ada jalan keluar. Tetap berdoa. Ketika saya berhadapan dengan masalah. Ketika ada orang jahat, kita senyumin dan bilang kita mengampuninya. Itu yang membuat kita menjadi besar,” tutur wanita yang sempat berbisnis butik ini.

Foto: Adriana Siahaan bersama suluruh sahabat dan kedua putra tercinta, dok.pribadi

Kurang lebih 6 tahun meniti karir sebagai seorang Notaris, berbagai macam pengalaman pernah dirasakan olehnya. Namun, semua itu tak pernah membuatnya lupa bahwa semua itu hanyalah titipan. Hidupnya saat ini hanyalah ingin menjadi berkat bagi banyak orang. Lantas, apa kiat suksesnya dalam berkarir.

Diungkapkan olehnya, bahwa kunci suksesnya adalah displin, optimis dan selalu berfikir positif terhadap semua hal.” Di dunia ini penuh sekali dengan orang-orang jahat tapi bagaimana menyikapi orang-orang jahat ini menjadi orang baik. Orang-orang itu banyak yang jahat apalagi melihat orang sukses pasti ada keinginan jahat, rasa iri, dengki tapi bagaimana menyikapi itu menjadi baik. Dia sudah jahat kita anggap saja dia baik kalau dia punya niat jahat kita sadar kan saja supaya dia tidak jahat. Kalau dia udah terlanjur jahat menyakiti kita syukuri aja anggap menjadi berkat,” terangnya tersenyum.

“Hati-hati kalau dipuji-dipuji itu bisa menjatuhkan, tapi bersyukur karena difitnah bersyukur. kalau kita dijahatin orang karena itu adalah proses untuk kita menjadi sempurna jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, tersenyumlah, syukuri karena kejahatan datang itu karena ngga kita minta. Berarti kita bersyukur mendapat berkat doakan dia suatu saat dia kembali pada kita menjadi baik. Jadi, Apapun yang terjadi baik buruknya kita harus tetap bersyukur.” lanjut Adriana.

Lebih lanjut, ungkap Adriana, selalu berdoa pada pagi hari agar diberi kemudahan setiap langkahnya adalah rutinitas yang tidak pernah dilewati olehnya.”saya selalu bangun saat subuh, meski saya non muslim. Saya selalu berdoa kepada tuhan untuk selalu diberkati setiap harinya dan diberikan kelancaran dalam segala aktivitasnya, ini jadi suatu kewajiban. Sebab, kalau saya lupa atau kelewat pasti saya akan badmood seharian dan agak emosian,” tutur wanita berdarah batak ini.

Selain itu, Adriana juga tidak pernah ketinggalan untuk selalu berbagi kepada sesama yang membutuhkan. “ motto hidup saya itu adalah ingin selalu menjadi berkat untuk semua orang, dengan cara selalu berbagi dari apa yang sudah saya dapat, sisanya baru saya pakai untuk kebutuhan saya. Selain itu, berbagi juga tidak harus dengan materil, ilmu yang bermanfaat juga sangat perlu seperti, ketika saya mengejar di kampus, saya lebih mentransfer pengetahuan saya dilapangan ke mahasiswa dan memotivasi mereka bagaimana mereka melanjutkan untuk masa depan,” jelas Adriana yang kali itu tampil chic dengan balutan blazzer putih dengan rok warna senada.

Ia pun selalu berharap agar selalu diberi kesehatan agar dapat selalu menjadi berkat untuk orang lain.” Harapan dan doa saya itu adalah agar saya ini selalu sehat, supaya bisa selalu bekerja lebih baik, supaya dapat diberkati lebih baik, dan dapat menjadi berkat untuk banyak orang lebih baik lagi,” kata Adriana dengan bibir gematar dan mulai berlinang air mata.

 

Cecez 2017-06-03