Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

KOWANI Berharap Agar Pemerintah Bisa Bersinergi Dalam Mengangkat Derajat Wanita

Nextgradio.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat telah menangani 338 kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Penanganan itu sudah dilakukan kurang dari dua tahun.

Hal ini jelas membuat gerah para wanita karena disebut kaum yang lemah. Menurut Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan bahwa harus ada sikap yang tegas dari pemerintah khusunya penegak hukum, sebab hal ini jelas melanggar hukum dan merendahkan harkat dan martabat wanita.

“jelas hal itu saya sangat prihatin karena hal itu harusnya tidak boleh terjadi, sebab ini kan sudah jelas ada hukum dan undang-undangnya. Mulai dari undang-undang perdagangan manusia, kemudian undang-undang kekerasan, undang-undang perlindungan anak. Jadi kalau si pelakunya ini di jerat sudah pasti akan berlipat-lipat hukumannya jika kita merujuk ke undang-undang. Saya melihat anak ini justru sebagai korban, meski terlihat dia seperti pelaku dari bisnis itu, tapi sebenarnya dia adalah korban yang harus kita lindungi. Dan kita juga harus tahu bagaimana caranya agar hal tersebut tidak sampai terjadi,” tutur Giwo saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

Giwo menambahkan agar keluarga sebagai pondasi awal pembentukan karakter harus berperan aktif dalam menjaga dan melindungi buah hatinya.”Kalau menurut saya, langkah awalnya adalah dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga. Dari sinilah harusnya orang tua berperan aktif untuk menjaga dan melindungi anaknya untuk menjadi anak yang berbudi pekerti yang luhur,” tambahnya mulai antusias.

Selain itu, para pelaku ini harus benar-benar di tindak secara tegas agar tidak ada lagi kasus seperti ini.” Selain itu juga untuk pelaku sendiri, itu seharusnya benar-benar di kasih hukuman yang berat. Sebab sejauh ini pelaku-pelaku ini dihukum paling lama itu 2 tahun dan hal jelas akan memungkinkan si pelaku ini akan melakukan hal itu kembali. Mungkin kita bisa ambil contoh di Filipina, disana kalau ketahuan melakukan perdagangan manusia itu akan di hokum mati bahkan di hukum gantung,” katanya.

Sebagai salah satu organisasi wanita terbesar di Indonesia, KOWANI juga akan berperan aktif dengan memberikan sosialisasi tentang hukum serta membina para wanita dalam hal teknologi.

“Kita tetap mensosialisasikan bahwa ada undang-undangnya tentang perdagangan manusia ini. selain itu kita juga mensosialisasikan bagaimana ketahanan di lingkup yang paling kecil yaitu keluarga yang dimulai dari pencegahannya bukan dari kuratifnya tapi dari prefentifnya. Jadi anak-anak mereka tidak terjerumus, untuk itu nantinya kita akan bina dengan kegiatan-kegiatan seperti mengenalkan tentang e-commerce ini. Sebab alasan yang sering muncul dari mulut orang tua-orang tua yang anaknya sudah terjerat ini pasti adalah faktor ekonomi. Jadi kita ini buka wawasan mereka nanti, agar mereka juga bisa mendapatkan double income dari kegiatan yang dilakukan oleh Kowani,” tegas Giwo.

Besar harapan Giwo kepada pemerintah untuk mendukung program – program yang dilakukan oleh KOWANI untuk mengangkat derajat wanita yang selalu di pandang sebelah mata.

 

“Dengan adanya kegiatan ini, tentunya yang sesuai dengan target yang harus dicapai yaitu 17 SDG di tahun 2030 itu, kan kita tidak bisa menyulap begitu saja dan pastinya ini dilakukan secara bertahap. Dengan adanya kegiatan seperti ini nantinya akan berdampak kemiskinan akan berkurang, kekerasan berkurang dan tentunya orang-orang yang akan mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang semata itu bisa kita motivasi bahwa mencari uang itu hanya melalui jalan itu saja. Dan Untuk pemerintah agar bisa memfasilitasi, memberikan kesempatan dan peluang kepada perempuan untuk mendapatkan pendidikan, baik itu pendidikan dalam jangka waktu yang panjang ataupun yang pendek melalui,” harap Giwo. Cecez.

 

Cecez 2016-04-07