Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Europe On Screen Film Festival 2016, Menghadirkan 78 Film Gratis!

Nextgradio.com, Europe on Screen Film Festival atau EoS adalah sebuah event festival perfilman yang akan menghadirkan 78 karya sineas kenamaan Eropa dan di gelar tanggal 29 April – 8 Mei 2016, di 6 kota di Indonesia, antara lain di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Medan.

Festival Film Eropa tersebut pertama kali diselenggarakan pada 1990 lalu, dan yang kedua baru digelar sembilan tahun kemudian. Baru sejak tahun 2003, festival ini mulai menggunakan slogan 'Europe on Screen' atau EoS.

 

Dikutip dari websitenya europeanonscreen.org, Festifal EoS akan dibagi menjadi 3 bagian besar dan 3 bagian kecil:

THE XTRA SECTION/Bagian Extra

Di bagian Xtra akan ditampilkan 16 film yang merupakan film box office di Eropa atau pemenang Piala Oscar atau pemenang Festival Film Cannes. Film- film ini akan di putar di Erasmus Huis, GoetheHaus, Institut Francais dan Istituto Italiano. Semuanya GRATIS.

 

THE DISCOVERY SECTION/Bagian Discovery

Bagian ini berarti menemukan film unik seperti film “A Pigeon Sat on a Branch Reflecting on Existence” karya Roy Andersson yang telah memenangkan penghargaan Golden Lion di Venice Film Festival tahun 2014.

Di bagian DISCOVERY akan ditampilkan film yang sama bagusnya dari sutradara yang terkenal seperti Dardenne brothers, Stephen Frears, Ken Loach, Tony Gatlif atau film yang menarik dari sutradara yang berbakat.

 

THE DOCUMENTARY SECTION/ Bagian Film Dokumenter

Di bagian DOCU akan ditampilkan film dokumenter teratas dari Eropa.

Sayang sekali, mereka tidak mendapat ijin untuk menampilkan “Amy”, film dokumenter yang bercerita tentang penyanyi Amy Winehouse.

Namun mereka mempunyai film lain yang tidak kalah menariknya. Ada dokumenter mentah yang realistik “Toto and his sisters” dari Romania,  dan film dokumenter yang membuat semangat “Holy Cow” dan “Sonita” dari Jerman .

 

THE RETRO / FOCUS SECTION/Bagian Retro dan Fokus

Film terakhir di bagian RETRO/FOCUS adalah program tentang pembuat film dan pesulap Georges Méliès. Akan ditampilkan 28 film karya  Méliès dari 500 film yang dibuatnya sejak tahun 1898 sampai tahun 1911. Film yang paling terkenal adalah “A Trip to the Moon” dari tahun 1902, dan berbeda dari film lainnya di jaman itu yang kebanyakan hitam putih, film tersebut merupakan film berwarna, yang beliau warnai frame demi frame.

Program ini merupakan kerjasama antara Europe on Screen dan Sjuman School of Music. 7 siswa dari sekolah tersebut aka menyusun skor musik dari film bisu dan musik skor ini akan dibawakan oleh Trinity Youth Symphony Orchestra.

 

THE FAMILY SECTION/Bagian Film Keluarga  

Di bagian Family akan ditampilkan 2 film. Film pertama adalah “Italo Barocco” karya sutradara Alessia Scarso yang akan hadir di pemutaran film untuk sesi tanya jawab. Sedangkan film kedua adalah “The Little Prince,”  sebuah film animasi dari Perancis.

 

OPEN AIR SCREENING/Pemutaran film layar tancap

Dibagian terakhir ada pemutaran film di daerah terbuka, atau yang dulu dikenal sebagai layar tancap, yang akan di adakan setiap malam di Erasmus Huis dan 5 malam di Mall Bintaro Exchange. Pemutaran layar tancap tersebut sepenuhnya gratis dan semua film akan diberi subtitle dalam bahasa Indonesia. Mereka akan menampilkan film-film populer Eropa yang ditahun sebelumnya telah dirilis di bioskop Indonesia atau fillm-film yang sesuai ditayangkan sebagai layar tancap.

 

Diantara puluhan film yang akan ditayangkan tersebut, beberapa di antaranya telah memenangkan sejumlah penghargaan, seperti Force Majeure (Un Certain Regard 2014”).

Festival ini nantinya juga mempersembahkan film “Long Live Freedom (Viva La Liberta)” karya sutradara Roberto Ando dalam malam pembukaanya yang akan diselenggarakan di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, pada 29 April 2016 pukul 19.00 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, berikut hasil  konferensi press mengenai rencana penyelenggaraan EoS 2016:

"Dalam rangka Europe on Screen 2016, kami menampilkan lagi film-film yang menarik," tutur Direktur Festival EoS 2016, Orlow Seunke, dalam konferensi pers EoS di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2016).

"Ini merupakan hadiah dari Uni Eropa kepada masyarakat Jakarta dan Indonesia. Tidak dipungut biaya. Film-film yang ditayangkan bagus dan gratis," ucapnya.

 

Selain acara penayangan film, EoS juga akan mengadakan acara diskusi film di Art Cinema, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), TIM, Jakarta Pusat, pada 2-4 Mei 2016, yang akan menghadirkan empat sineas kenamaan Eropa.

"Akan hadir pembuat film terkenal Eropa, dua pembuat dokumenter dari Swiss dan sutradara ada Salome Lamas," tutur Orlow Seunke.

Dua pembuat film dokumentertersebut adalah Simon Gutknecht dan Armin Tobler yang menyutradarai film dokumenter “Abi Means Papa”.

Selain itu ada Moniek Kramer, yang merupakan penulis skenario film “Accused,” dan juga Salome Lamas, sutradara film “No Man's Land.”

Jadwal acara diskusi tersebut adalah sebagai berikut:

Sesi diskusi bersama Gutknecht dan Tobler dijadwalkan akan dilangsungkan pada 2 Mei 2016 mulai pukul 10.00 WIB, usai pemutaran film dokumenter “Abi Means Papa.”

Pada 3 Mei 2016 mulai pukul 10.00 WIB, Kramer akan membahas mengenai bagaimana ia mengembangkan kejadian nyata menjadi sebuah skenario film panjang yang dramatis.

Terakhir, pada 4 Mei 2016 mulai pukul 10.00 WIB, setelah pemutaran film-film Theatrum Orbin Terrarum dan No Man's Land, barulah diskusi dengan Lamas dilakukan.

Jadwal dan tempat penyelenggaraan EoS di 6 kota di Indonesia dapat di akses di http://europeonscreen.org/schedule/venue/#void

 

#EoS2016 #film #festival

Sumber: kompas.com, eouropeonscreen.org, fanpage facebook Europe on Screen

Janey 2016-04-19