Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Kenangan Indah Giwo Rubianto, Dengan Almarhum Inne Soekaryo

Nextgradio.com - Innalillahi Wainnailaihi Ro’jiun, Indonesia kembali harus kehilangan satu sosok yang sangat berjasa terlebih di bidang kewanitaan, dialah Dra.Inne Soekaryo, Apt (82), mantan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) masa bakti1999-2004.

Inne menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan pada Jum’at (1/7) kemarin akibat sakit dan disemayamkan di rumah duka, di jalan Uranus III No.7, Cinere Mas, Cinere, Depok dan dikebumikan di TPU Pondok Labu, Jakarta Selatan. .

Selain keluarga, duka mendalam juga dirasakan oleh rekan sejawatnya dan juga rekan satu profesinya di KOWANI. Sebab, ia dikenal sebagai salah seorang tokoh wanita yang sangat gigih mengangkat harkat dan martabat wanita.

“beliau itu adalah sosok yang sangat gigih dalam memperjuangkan, meningkatkan harkat dan martabat wanita, dalam meningkatkan kualitas hidup wanita. Selain itu, beliau itu juga banyak kontribusi waktu, tenaga bahkan materi,” ungkap Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto, saat dihubungi Nextgradio.com, Jum’at (1/7).

“ terlebih pada saat gedung KOWANI kan pernah terbakar habis dan beliau lah yang membangun kembali membangun gedung 2 tingkat ini, dan sampai sekarang masih kita pakai,” sambung Giwo dengan bibir gemetar.

Lebih lanjut, Giwo mengungkapkan bahwa sosok Inne Soekaryo sangat berpengaruh dalam hidupnya didalam berorganisasi dan juga banyak mendapat pelajaran berarti dari alumnus Farmasi ITB ini.

“saya banyak belajar dengan beliau, bukan hanya sebagai seorang ketua umum, beliau itu sudah seperti orang tua saya sendiri kebetulan usia beliau lebih tua 28 tahun dari saya. Tidak pernah marah, tidak pernah menegur saya, justru beliau memberikan support  dan kepercayaan kepada saya untuk dapat memutuskan hal-hal yang sangat urgent dalam organisasi,” jelasnya.

 “dulu itu beliau pernah menasehati saya ketika orang tua saya sedang sakit. Kata beliau gini ‘organisasi lupakan dulu, urus orang tua mu harus all out’,” kenang wanita yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

 

Cecez 2016-07-01