Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Star Trek: Beyond, Menggenapkan 50 Tahun Perjalanan USS Enterprise

Nextgradio.com, Genap 50 tahun sudah sejak penayangan tayangan televisi ilmiah Star Trek: Original Series pada 8 September 1966, Star Trek menjadi fenomena yang melegenda di berbagai negara, dan tampil dalam berbagai bentuk seperti acara televisi, film, novel fiksi, komik, permainan, dan sebagainya.  Selama itu pula, Star Trek tidak hentinya menampilkan aksi yang keren, alien-alien yang unik, serta membahas isu-isu dan masalah sosial yang terjadi sesuai masanya. Film ke 13 dari franchisenya, Star Trek: Beyond, yang juga film ketiga dari rekuel atau rebooted sequel, trilogy Star Trek, resmi dirilis di AS 22 Juli ini, sementara di Indonesia, kita sudah bisa menyaksikan aksi  Captain Kirk dan krunya, sejak tanggal 20 Juli 2016.

Sebelum kita mengikuti petualangan baru Kirk dan para kru USS Enterprise di Star Trek: Beyond (2016), kita review dulu, seperti apa sih perjalanan Star Trek dari masa ke masa selama lima dekade ini?

Star Trek: The Original Series

Adalah Gene Roddenberry sang kreator Star Trek yang menulis naskah dari dua episode awalnya, yaitu "The Cage" (1964) dan "Where No Man Has Gone Before" (1965) yang membuat Star Trek resmi ditayangkan setahun kemudian pada 8 September 1966 di channel NBC. Serial tersebut mengikuti misi perjalanan Krik dan para kru pesawat USS Enterprise selama 5 tahun untuk “menjelajahi dunia-dunia baru yang aneh, mencari kehidupan dan peradaban baru dan dengan berani pergi ke tempat-tempat yang belum dijelajahi oleh manusia sebelumnya.” Meskipun setting dan special effectnya masih belum canggih pada masa itu, namun serial tersebut berhasil membahas tema-tema serta ide-ide yang belum berani digunakan oleh serial televisi lainnya pada masa itu.

Star Trek: The Original Series tamat di tahun 1969, namun  efeknya berlanjut terus hingga ke penayangan ulangnya, kemudian film animasi singkatnya  serta film perdananya, Star Trek: The Motion Picture (1978) yang menyatukan kembali para pemainnya dan terus berlanjut hingga film keenam Star Trek VI: The Undiscovered Country (1991).

 

Star Trek: Beyond (2016)

Chris Pine sebagai Captain James T. Kirk, commander officer of the Enterprise

Selama tiga dekade, William Shatner telah dikenal sebagai James T. Kirk, namun di film rekuel terbaru  Star Trek, Chris Pine mengambil alih kursi kapten Enterprise. Masa lalunya berbeda karena disesuaikan dengan jalan cerita Star Trek: the Future Begins (2009), namun karakternya tetap sama seperti sebelumnya. Sifatnya sombong (karena menjadi kapten termuda sepanjang sejarah), keras kepala, dan punya jalan pemikiran yang berbeda dibanding tokoh yang lain.

Kirk dikenal sering melanggar peraturan namun karena aksinya selalu berdampak positif untuk Enterprise, sangat mencintai dan rela mengorbankan apapun, termasuk nyawanya sendiri demi Enterprise dan semua krunya statusnya sebagai kapten selalu kembali kepadanya. Seperti ketika ia nyaris sekarat dalam Star Trek: Into Darkness (2013) demi mepertahankan Enterprise dan membela krunya dari tangan Khan, terlihat sekali bahwa ia benar-benar menganggap para kru Enterprise sebagai keluargannya.

 

Zachary Quinto sebagai Commander Spock, first officer and science officer of the Enterprise

Sifatnya  berlawanan dengan Kirk, komandan Spock sangat mengikuti logika dan taat pada peraturan, dikarenakan ia keturunan setengah manusia, setengah Vulkan, bangsa yang menekan perasaan dan emosi mereka demi menjalankan kehidupan yang lebih praktis. Spock di serial televisi, enam film serta dua episode Star Trek: The Next Generation semua diperankan oleh Leonard Nimoy, dan beliau juga berperan di film Star Trek: The Future Begins (2009) dan Star Trek: Into Darkness (2013) sebagai Spock di masa tua. Sedangkan untuk versi rekuelnya, Spock diperankan oleh Zachary Quinto, si Sylar dari serial Heroes.

Berbeda dengan karakter Spock di serial televisinya, Spock versi Quinto ini lebih diperlihatkan sisi manusiawinya. Ia diceritakan menjalin hubungan dengan Nyota Uhura, dan meskipun wajahnya cenderung tampak tenang dan pokerface, ketika ia mengalami kehilangan dan kesakitan yang luar biasa, dia bisa mengeluarkan emosi kemarahan dan kesedihannya.

Menariknya, di Star Trek: Into Darkness (2013), Spock mengakui kepada Kirk dan Uhura bahwa ia pun pernah merasakan marah, bingung, kesepian, dan takut yang berlipat ganda ketika keluarganya beserta planet Vulkan hancur, di Star Trek: The Future Begins (2009) dan tidak igin merasakan hal tersebut lagi, mereka salah jika menganggap bahwa pilihannya untuk tidak merasakan emosi apapun adalah tanda bahwa dia tidak peduli, namun sebaliknya, karna ia sangat peduli dan takut kehilangan orang-orang yang dia sayangi.

Dan di film yang sama, Star Trek: Into Darkness (2013) ketika  kaptennya, Kirk, sekarat karena ulah Khan, dia sedih karna hampir kehilangan sahabatnya, lalu marah dan mengejar Khan untuk balas dendam dan memukulinya sampai pingsan.

 

Karl Urban sebagai Lieutenant Commander Leonard McCoy (Bones), chief medical officer of the Enterprise

Tokoh utama ketiga diantara para pemain Star Trek adalah Leonard McCoy, ketua tenaga medis Enterprise, yang di serial televisinya diperankan oleh DeForrest Kelley namun kini dihidupkan kembali oleh Karl Urban. McCoy juga dikenal sebagai “Bones.” Bones dan Kirk sudah lama beersahabat seperti layaknya saudara, namun pemikiran Bones sering bentrok dengan logikanya Spock.

 

Zoe Saldana sebagai Lieutenant Nyota Uhura, communications officer and translator of the Enterprise

Karakter Uruha aslinya diperankan oleh Nichelle Nichols dan kini dibawakan oleh Zoe Saldana, si Gamora dari The Guardians of Galaxy. Uruha bertugas menghubungkan kapten dan antar kru lewat comm dan menerjemahkan bahasa para alien, dan di rekuel barunya ia menjadi kekasih dari Spock.

 

Simon Pegg sebagai Lieutenant Commander Montgomery Scott, a.k.a. Scotty, second officer and Chief Engineer of the starship Enterprise

Karakter Scotty, sang insinyur mesin, sebelumnya diperankan oleh James Doohan, sekarang karakternya menjadi lebih kocak ketika diperankan oleh Simon Pegg.  

 

John Cho sebagai Lieutenant Hikaru Sulu, third officer and helmsman of the Enterprise

Setelah diperankan oleh George Takei, karakter Sulu yang atletis dan jago anggar kini diperankan oleh John Cho.

 

(Alm.) Anton Yelchin sebagai Ensign Pavel Chekov, ship’s main navigator of the Enterprise

Ensign Pavel Chekov sang navigator awalnya diperankan oleh Walter Koenig, dan versi rekuel diperankan oleh almarhum Anton Yelchin yang beberapa waktu lalu meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis dan tutup usia diumur 27 tahun. Star Trek: Beyond adalah film Star Trek terakhir bagi Yelchin dan tidak hanya fans Star Trek saja, namun seluruh dunia pun berduka melepas kepergian sang pemeran navigator kocak beraksen Rusia ini. Hingga J.J. Abrams, sang produser Star Wars: Beyond  kepada Toronto Sun yang dikutip dari Variety.com, menyatakan bahwa ia tidak akan mencari orang lain untuk memerankan Chekov dan tidak berencana untuk menggantikan Yelchin yang berbakat di rekuel Star Trek selanjutnya karena Yelchin berkat untuk mendapatkan yang lebih baik dari itu.

“There’s no recasting. I can’t possibly imagine that, and I think Anton deserves better.” Abrams told the Toronto Sun.

Ucapan terimakasih orang tua dari Anton Yelchin untuk semua yang telah mendoakannya

#StarTrekBeyond #StarTrek #50thAnniversary  #ChrisPine #ZacharyQuinto #KarlUrban #ZoeSaldana #SimonPegg #JohnCho #RIPAntonYelchin

Sumber: cinemablend.com, variety.com, twitter.com, fanpage facebook Box Office Movie Indonesia.

Janey 2016-07-21