Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Ini Tanggapan Ketum KOWANI Mengenai Kasus Penganiayan Guru Makassar

Nextgradio.com, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia, Giwo Rubianto, sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua siswa terhadap guru SMKN 2 Makassar beberapa hari lalu. Terlebih kejadian tersebut terjadi di lingkungan sekolah.

“Orangtua murid yang melakukan kekerasan terhadap guru, bentuk tindakan pidana yang tak boleh terulang. Kekerasan tak boleh dilawan dengan kekerasan, karena akan melahirkan kekerasan baru,” tutur Giwo saat ditemui Nextgradio.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kasus ini harus dilihat secara utuh, baik dari pihak anak ataupun pihak pendidik dalam hal ini adalah sekolah.”Kasus tersebut perlu dilihat secara utuh, pendisiplinan anak harus dilakukan, namun pendekatan kekerasan tidak boleh terjadi,” kata Giwo.

Lebih lanjut, Giwo mengatakan bahwa profesi sebagai seorang guru itu dilindungi oleh undang-undang, namun hal tersebut bukan menjadikannya sebuah tameng untuk berperilaku keras terhadap siswanya.

“Profesi guru menurut undang-undang guru dan dosen mendapatkan perlindungan. Namun perilaku kekerasan dan kejagatan yang dilakukan oleh guru tak bisa ditoleransi. Ketika guru melakukan tidakan kekerasan, maka niscaya perlindungan tak bisa didapatkan karena tidak memenuhi prasayarat sebagai guru,” tambahnya.

Menanggapai pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang ‘Pendidikan Keras Dibutuhkan’, ia menyatakan bahwa ‘Pendidikan Keras’ sudah tidak lagi berlaku saat ini.

“Menurut kami, ‘Pendidikan Keras’ tidak dibutuhkan pada setiap zaman, dulu mungkin pendidikan keras dilazimkan, namun berbagai riset melaporkan bahwa pendidikan keras akan melahirkan generasi yang keras dan lekat dengan kekerasan,” terangnya.

Sebagai solusi atas hal tersebut, KOWANI akan terus mendorong perbaikan kualitas dan perwujudan sekolah yang ramah.”Sebagai langkah konrit kami, kami akan melakukan sosialisasi perlindungan anak di satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Pendidikan Dasar dan Menengah, serta melakukan pelatihan guru dan kepemimpinan sekolah,” jelas Giwo.

Untuk mewujudkan hal tersebut, KOWANI akan merangkul pihak-pihak terkait seperti PGRI, Kemendikbud dan KPPPA.”KOWANI  mendorong pihak-pihak terkait seperti PGRI, Kemendikbud, dan KPPPA agar membangun sinergi dan koordinasi dalam rangka mencegah kekerasan di satuan pendidikan,” jelas Giwo.

Janey 2016-08-20