Sign In

x
  • slider
    Image 2
    Image 3
    Image 4
    Image 5
    Image 6
  • slider2
    New System
    Streaming Radio Ready
  • slider3
    Radio For NG People
    NG Radio
    Youth Streaming Station

Kolaborasi KOWANI dan Kementrian Kesehatan RI Kampanyekan GERMAS

Nextgradio.com - Kurangnya kesadaran masyarakat untuk selalu hidup sehat membuat KOWANI sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia merasa resah dan mengajak para perempuan Indonesia untuk memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga dan masyarakat agar berdaya guna dalam pembangunan dengan mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang berkerja sama dengan Kementrian Kesehatan Replublik Indonesia.

Kurangnya aktifitas fisik dan masih banyak masyarakat tidak makan buah dan sayur menjadi fokus KOWANI untuk mensukseskan Germas  tersebut.”Fokus kita untuk mensukseskan ini adalah mengajak perempuan Indonesia untuk meningkatkan aktifitas fisik, selalu rutin mengkonsumsi buah dan sayur dan periksa kesehatan secara berkala,” tutur Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).

Selain itu, untuk mensukseskan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini KOWANI menggandeng media massa agar bisa menyebarluaskan pesan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat kepada masyarakat yang lebih luas.”Kampanye lain menggunakan media luar ruang dan penerbitan materi kampanye diharapkan dapat mempermudah kaum perempuan/ibu dan keluarga Indonesia dalam mengakses informasi tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),” jelasnya.

Kowani pun akan menyelenggarakan Lokakarya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Keluarga Sehat di Jakarta dan Medan pada Oktober 2016. Dan hasilnya akan dibahas bersama dengan pemerintah serta melibatkan elemen masyarakat.

Untuk itu, Kowani berharap 4 target dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bisa tercapai.”kita berharap dapat menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular baik kematian atau kecacatan, kemudian diharapkan dapat menghindari terjadinya penurunan produktivitas penduduk, lalu dapat menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan dapat menghindarkan beban financial penduduk untuk pengeluaran kesehatan,” terang Giwo.

Cecez 2016-10-04